Pak Jokowi, Ini Tanda-tanda Warga RI Mulai Belanja!

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa  Saat Konfrensi Pers Mengenai Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan LPS. (Tangkapan Layar Yiutube LPS)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan bahwa dana pihak ketiga (DPK) masyarakat mulai melandai ke level 8.03% pada Januari 2023. Hal ini menandakan warga masyarakat Indonesia mulai mencairkan tabungannya dan melakukan konsumsi.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan bahwa sewaktu krisis, DPK tumbuh cukup kencang hingga double digit.

“Sekarang DPK mencapai 8%. Itu menunjukkan masyarakat sudah mulai membelanjakan uangnya,” kata Purbaya dalam konferensi pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS, Selasa (28/2/2023).

Purbaya menerangkan bahwa tabungan itu penting bagi masyarakat Indonesia, namun dia menuturkan jika tabungan menumpuk hal tersebut tidak bagus, terutama bagi roda ekonomi. Sejauh ini, dia melihat respons Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sudah tepat.

“Jadi ga ada masalah dengan itu. Ini menunjukkan masyarakat semakin suka belanja,” tambah Purbaya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resah melihat konsumsi tersebut setelah mendapati data yang menunjukkan bahwa simpanan masyarakat di perbankan pada akhir 2022 meningkat hingga Rp 656,55 triliun.

Per Desember 2022, simpanan di bank mencapai Rp 8.202,92 triliun. Angka tersebut meningkat Rp 656,55 triliun atau 8,7% dibandingkan setahun sebelumnya.

Simpanan termasuk tabungan senilai Rp 2.620, 05 triliun, deposito sebesar Rp 2.938,63 triliun, dan sertifikat dan deposito senilai Rp 3.782 triliun. Jokowi pun mengaku heran dengan peningkatan tersebut, padahal di akhir tahun pemerintah telah mencabut pembatasan sosial atau PPKM.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*